Kamu Sudah Nonton K-Drama Lewat Media Legal Belum Sih? Baca Dulu deh

Buat para pecinta drama Korea (drakor), di mana sih biasanya kita menonton serial-serial favorit kita? Sudahkah kita menontonnya lewat media yang legal, atau jangan-jangan selama ini kita menjadi bagian dari maraknya pembajakan?

Nggak kayak penduduk Korea Selatan (Korsel) yang bisa menonton serial kesukaannya secara langsung di televisi (TV), banyak banget penggemar drakor di seluruh dunia yang nggak berlangganan layanan TV kabel. Seandainya iya pun nggak semua channel yang kita mau tersedia, belum lagi mengingat gimana kita harus menunggu subtitle buat bisa mengerti alur yang diceritain. Makannya nggak heran kalo kebanyakan dari kita lari ke website streaming atau download sebagai alternatif.

Nggak cuma lebih mudah diakses, pilihan drama yang tersedia di media-media ini pun lebih bervariasi, lengkap dengan subtitle yang rata-rata bisa kita dapet hanya dengan menunggu kurang dari satu hari. Kita juga bisa nonton episode apapun yang kita mau kapan aja tanpa bergantung pada jadwal tayang. Duh, enak banget lah pokoknya!

 

Well, tapi sadar nggak sih kalo website yang biasa kita akses secara gratis ini kebanyakan adalah media ilegal? Atau jangan-jangan masih ada juga di antara kita yang suka nonton drakor lewat DVD bajakan? Dikutip dari CNN Indonesia, populernya drakor cukup menjadi dilema bagi para pelaku industri Korsel. Di satu sisi, meda-media ilegal ini mencuri dan mengambil keuntungan dari hasil jeri payah mereka. Namun di sisi lain, mereka juga ‘membantu’ para sineas menyebarkan karyanya ke seluruh penjuru dunia tanpa perlu repot-repot mengurus perizinan dan kerjasama dengan distributor lokal.

Yap, nggak bisa dipungkiri kalo tersebar luasnya hallyu (Korean wave – nggak cuma k-drama tapi juga k-movie, k-pop, k-variety show, dsb) sebenernya nggak terlepas dari bantuan bisnis pembajakan ini, ya nggak?

 

Dalam wawancaranya bersama CNN Indonesia, Duta Besar Korea Selatan untuk Indonesia Kim Chang Beom mengakui kalo media ilegal memang mendatangkan lebih banyak kerusakan daripada keuntungan bagi industri hiburan. Namun dubes negeri Ginseng ini nggak menyalahkan kita sebagai penonton, karena menurutnya anak muda Indonesia hanya mencoba mencari alternatif untuk mengakses dan menunjukkan kesenangan mereka terhadap konten tersebut. Hal ini juga terjadi karena sedikitnya media legal yang bisa kita akses.

“Kami juga merasa ada batasan atau kekurangan akses ke produk hiburan berkualitas tinggi lewat media legal. Di tahap tertentu, kami harus melakukan sesuatu, tapi akan selalu ada saluran-saluran yang tidak diizinkan untuk produk hiburan yang banyak diminati,” ujarnya.

Kim juga menyampaikan pendapatnya tentang alesan di balik populernya drakor di negara-negara tetangga, termasuk Indonesia. “Saya pikir ada nilai-nilai umum, khususnya di Asia Tenggara, di Indonesia di mana orang-orang tertarik dengan kisah yang berhubungan dengan keluarga, cerita yang lebih umum, karena relevan dengan kehidupannya sehari-hari. Juga banyak aktor dan aktris yang rupawan, juga personel grup idola remaja yang menarik mata dan perhatian,” lanjutnya. He he.. bapak tau aja deh.

 

LALU, DI MANA KITA BISA MENONTON DRAKOR SECARA LEGAL?

Buat kita yang bertekad buat nggak berkontribusi lebih jauh dalam pembajakan, sebenernya udah banyak lho layanan Video-on-Demand (VOD) di mana kita bisa nonton drakor secara legal, misalnya aja VIU, Netflix, iFlix, dan Tribe. Nggak cuma drama, kita juga bisa menemukan sejumlah film dan variety show Korea di sana. Harganya pun terjangkau banget kok! Misalnya aja untuk berlangganan selama 120 hari di Tribe dan 30 hari di VIU kita hanya perlu membayar sebesar Rp.30,000.

Belum lagi kita bisa banget memanfaatkan masa percobaan gratis dan kode-kode promo. Worth it lah ya jumlah segitu untuk melawan pembajakan.

 

Sayangnya, kendala lain dari nonton drakor lewat media-media legal ini adalah koleksinya yang nggak selengkap website langganan kita sekarang. Makannya layanan VOD kayak VIU dan iFlix mengaku terus berusaha untuk menambah konten mereka, karena ternyata drakor merupakan salah satu konten yang paling diminati dalam layanan VOD.

“Tujuan utama kami sebenarnya menyasar pasar yang besar, ada konten Indonesia, Hollywood, juga Bollywood, tidak hanya drama Korea. Tapi memang kebetulan, konten Korea menjadi salah satu yang paling diminati untuk serialnya,” kata Marketing Manager iFlix Tiara Sugiyono seperti masih dikutip dari CNN Indonesia.

Well, semoga aja ke depannya nonton film dan serial apapun – entah Korea, Hollywood, Taiwan, Thailand, atau Indonesia – bakal lebih mudah ya buat kita.

 

Yuk sama-sama lawan pembajakan!

 

 

 

Sumber: (http://www.gogirl.id)

Post Author: SKteam