AKHIRNYA! Perancis Berlakukan Denda Buat Pelaku Street harassment.

Street harassment atau pelecehan di jalan seringkali gagal ditindaklanjuti, bahkan diabaikan, karena dianggap nggak begitu serius baik oleh pihak berwajib maupun masyarakat secara keseluruhan. Padahal seperti korban pelecehan lainnya, korban catcalling juga dilanda rasa takut, nggak aman, dan berakhir menjadi trauma. Menanggapi masalah ini, pemerintah Prancis berencana untuk segera meresmikan Rencana Undang-undang (RUU) yang mengatur soal catcalling dan tindak pelecehan di jalan.

 

Sebenernya rencana soal peraturan tersebut udah banyak diberitakan sejak akhir tahun lalu. Dalam RUU ini dinyatakan kalo pelaku pelecehan di jalan dapat langsung dikenakan denda sebesar €90 sampai €750 atau sekitar  Rp. 1,5 – 12,7 juta oleh petugas berwajib. Denda ini bisa mencapai € 1,500 atau sekitar Rp. 25 juta dalam situasi yang berat, bahkan € 3,000 atau Rp. 50 juta buat repeat offenders (pelaku yang melakukannya berulang-ulang).

Kabar terbarunya, seperti dikutip dari The Guardian, para legislator Prancis diperkirakan bakal segera memperkenalkan RUU ini di pertemuan kabinet pada Rabu waktu setempat. RUU tersebut kemudian bakal segera diserahkan ke parlemen dalam beberapa bulan ke depan. Rancangan peraturan ini sebenernya udah didiskusikan sebelum #MeToo movement jadi viral, namun semakin mendapat sorotan setelahnya.

Masih dikutip dari sumber yang sama, Menteri Kesetaraan Gender Marlene Schiappa menyatakan kalo pelecehan yang dimaksud di sini meliputi komentar yang merendahkan atau mempermalukan dan perilaku seksual atau seksis yang ofensif di tempat umum – termasuk situasi-situasi seperti mengikuti dan meminta nomer telepon secara agresif serta intimidasi atau pelecehan seksual di transportasi umum.

At the moment, many men are saying, ‘It’s not a big deal, we’re only having fun.’ And we say, ‘No’,” ujar Schiappa seperti dikutip dari Travel and Leisure. “It is crucial that the laws of the republic make it clear that it is not allowed to harass or intimidate women… whether in the public space, on public transport, or online. There can be no lawless zone ” lanjutnya seperti yang Gogirl! kutip secara terpisah dari Teen Vogue. Presiden Emmanuel Marcon juga mendukung penuh pemberlakuan RUU ini dengan menyatakan kalo peraturan tersebut dibuat to ensurewomen are not afraid to be outside”. Salut banget sama tindakan tegas pemerintah Perancis!

Di Indonesia sendiri, istilah pelecehan seksual  bahkan nggak dikenal dalam Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP) kita. Dikutip dari hukumonline.com, dalam KUHP hanya dikenal istilah cabul yang berarti perbuatan yang melanggar rasa kesusilaan atau perbuatan lain yang keji, dan semuanya dalam lingkungan nafsu berahi kelamin. Menurut Ratna Batara Munti dalam artikel berjudul Kekerasan Seksual: Mitos dan Realitas, seharusnya segala perbuatan yang dianggap melanggar kesopanan/kesesulilaan dapat dimasukkan dalam kategori cabul. Namun belum ada peraturan tersendiri yang mengatur soal pelecehan seksual yang khususnya terjadi di tempat umum dan masih banyak korban yang nggak melaporkan kejadian yang mereka alami.

Well, semoga aja Indonesia bisa jadi negara selanjutnya yang menindak tegas perilaku nggak menyenangkan ini ya karena perempuan udah seharusnya merasa aman kapanpun dan dimanapun mereka berada, setuju nggak?

Post Author: SKteam